Rumah Bolon - Rumah Batak Toba yang mendunia

Rumah Bolon

rumah bolon
Rumah Bolon (Indonesia Travel)

Berbicara tentang batak Toba, khususnya terkait dengan adat, maka salah satu yang erak atau sering terdengar adalah Rumah Bolon. Rumah Bolon atau Jabu Bolon adalah rumah adat tradisional dari suku Batak Toba di Sumatra Utara. Rumah ini merupakan simbol kekayaan budaya masyarakat Batak dan melambangkan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Sebagai rumah panggung khas suku Batak, Rumah Bolon memiliki bentuk atap yang menyerupai pelana kuda dengan ujung-ujungnya melengkung ke atas.

Dahulu, Rumah Bolon bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga menjadi pusat aktivitas sosial, budaya, dan ritual adat. Rumah ini sering digunakan untuk tempat tinggal bersama, dengan satu rumah dapat dihuni oleh beberapa keluarga. Saat ini, Rumah Bolon menjadi warisan budaya yang dijaga dan dilestarikan.

Mengutip buku Asal-Usul, Silsilah, dan Tradisi Budaya Batak Toba oleh Jonar T.H. Situmorang (2021: 67), Rumah Bolon adalah simbol dari identitas masyarakat Batak yang tinggal di Sumatera Utara. Saat ini, jumlah Rumah Bolon sudah semakin langka karena sudah banyak yang mengikuti bangunan modern. Rumah Bolon yang ada sekarang lebih banyak dimanfaatkan sebagai tempat wisata.

Rumah ini mempunyai bentuk persegi panjang, layaknya rumah panggung, dilengkapi banyak tiang penyangga setinggi 1,75 meter. Karena tiang tersebut cukup tinggi maka penghuni rumah atau tamu yang akan masuk harus menggunakan tangga yang jumlahnya selalu ganjil.

Lantai Rumah Bolon terbuat dari papan. Atap Rumah Bolon terbuat dari ijuk atau daun rumbia. Bagian dalam Rumah Bolon adalah ruangan besar yang terbagi-bagi atas kamar, tetapi tidak berarti ada pembagian ruang di dalam Rumah Bolon. Ruangan terbagi atas tiga bagian. Yang pertama Jabu Bona atau ruangan belakang di sudut sebelah kanan. Kedua ada Jabu Soding atau ruangan yang berada di sudut sebelah kiri yang berhadapan dengan Jabu Bona.

Selanjutnya ada ruangan Jabu Suhat yang berada di sudut kiri depan, ruangan Tampar Piring yang berada di sebelah Jabu Suhat, dan ruangan Jabu Tonga-Tonga ni Jabu Bona.  Ruangan Jabu Bona dikhususkan bagi kepala keluarga rumah. Ruangan Jabu Soding dikhususkan bagi anak perempuan pemilik rumah, tempat para istri tamu yang datang dan tempat diadakannya acara adat. 

Ruangan Jabu Suhat dikhususkan bagi anak lelaki tertua yang telah menikah. Ruangan Tampar Piring adalah ruangan bagi tamu. Ruangan Tonga-Tonga ni Jabu Bona dikhususkan bagi keluarga besar. Tipe khas rumah adat Batak Toba adalah bentuk atapnya yang melengkung dan pada ujung atap sebelah depan kadang-kadang dilekatkan tanduk kerbau.


Ciri Khas Rumah Bolon

Struktur:

Rumah Panggung: Rumah Bolon berbentuk rumah panggung yang ditopang oleh tiang-tiang kayu. Kolong rumah biasanya dimanfaatkan untuk menyimpan hewan ternak seperti babi atau ayam.

Bahan Bangunan: Rumah ini dibangun dari kayu dengan atap yang terbuat dari ijuk atau seng. Dinding rumah biasanya dari papan kayu dengan hiasan ukiran.

Tata Ruang: Ruang dalam Rumah Bolon biasanya tidak memiliki sekat yang permanen, sehingga menciptakan ruang terbuka yang luas. Ruangan dibagi sesuai fungsi:

  • Bagian Depan: Digunakan untuk menerima tamu atau kegiatan adat.
  • Bagian Tengah: Berfungsi sebagai tempat tinggal dan tidur bersama.
  • Bagian Belakang: Biasanya untuk dapur atau penyimpanan barang.

Ornamen:

Rumah Bolon dihiasi dengan ukiran khas Batak yang memiliki pola geometris atau motif flora dan fauna. Warna-warna utama yang digunakan adalah merah, putih, dan hitam, yang memiliki makna simbolis dalam kepercayaan Batak. Setiap ukirannya sering kali menggambarkan makhluk mitologi seperti gorga yang melambangkan perlindungan dan kekuatan.

Makna Filosofis

Rumah Bolon memiliki nilai-nilai filosofis yang mendalam:

  • Harmoni dan Kehidupan Kolektif: Struktur rumah yang besar dan terbuka mencerminkan pentingnya kebersamaan dan gotong royong dalam kehidupan masyarakat Batak.
  • Kesakralan: Ornamen dan simbol di rumah mencerminkan hubungan spiritual antara manusia, alam, dan leluhur.
  • Tata Nilai Adat: Ruang-ruang di rumah ini menunjukkan tatanan adat yang menghormati hierarki sosial dan peran masing-masing anggota masyarakat.
  • Perlindungan: Bentuk atap yang menyerupai pelana kuda dipercaya melindungi penghuni rumah dari roh jahat.


Fungsi Rumah Bolon dalam Kehidupan Sehari-Hari

  1. Tempat Tinggal: Rumah Bolon menjadi tempat tinggal bersama bagi beberapa keluarga dalam satu komunitas.
  2. Pusat Kegiatan Adat: Rumah ini digunakan untuk upacara adat, seperti pernikahan, pemakaman, dan acara syukuran.
  3. Penyimpanan Hasil Panen: Kolong rumah sering digunakan untuk menyimpan hasil pertanian atau alat-alat kerja.
  4. Perlindungan: Struktur panggung melindungi rumah dari banjir dan hewan liar, sementara ornamen simbolis dipercaya memberikan perlindungan spiritual.
  5. Simbol Status Sosial: Rumah Bolon melambangkan status sosial dan kekayaan pemiliknya karena pembangunannya membutuhkan sumber daya yang besar.

Itulah informasi mengenai rumah adat Batak Toba atau Rumah Bolon dan ciri khas budayanya. Semoga dapat menambah wawasan mengenai rumah adat di Indonesia beserta keunikan dan ciri khasnya.


Sumber: 

indonesia.travel | kumparan com

Admin

Horas, Ya'ahowu... Salam kenal, saya Onald, Saya mengelolah beberapa blog (Dapat anda lihat di daftar), dan hobby membaca serta menulis, saya menghabiskan waktu di dunia internet, termasuk Youtube, cek youtube saya zendrato team.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak